Ini Alasan Mengapa Kamu tidak Boleh Melewatkan Sarapan

Kamu mungkin juga sering mendengar bahwa sarapan adalah waktu paling penting dalam sehari, yang seharusnya tidak boleh dilewatkan. Bahkan para ahli gizi sepakat bahwa sarapan tidak boleh dilewatkan, walaupun kamu tidak merasa lapar.

Sarapan membantu agar kamu tidak merasa terlalu lapar di sepajang hari, membuatmu lebih berhati-hati dalam membuat pilihan di waktu makan lainnya. Sayangnya, lebih dari 25% orang tidak sarapan secara teratur dan hampir 70% mengatakan mereka sulit bangun sebelum jam 8 pagi untuk membuat sarapan.

Mengapa kamu harus mencoba makan sesuatu di pagi hari?

Yang terbaik adalah makan sesuatu dalam waktu dua jam setelah bangun tidur. Penelitian menunjukkan makan dalam jangka waktu ini akan memberikan energi, mendukung metabolisme, menjaga gula darah tetap terkendali, mempertahankan berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan jantung, dan meningkatkan fungsi kognitif, serta kesehatan mental.

Sebagian besar manfaat di atas bergantung pada pemilihan makanan yang tepat. Ini berarti protein, seperti daging dan telur tanpa lemak, lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, karbohidrat kompleks, seperti buah beri dan buah berserat tinggi lainnya, dan biji-bijian tanpa tambahan gula.

Makanan-makanan tersebut akan bekerja sama untuk membantu mengisi bahan bakar, mempertahankan energi sepanjang hari, dan mengurangi rasa lapar, serta ngidam. Minum segelas air pertama di pagi hari, sebelum sarapan juga akan menghidrasi tubuh dan mencegahmu makan berlebihan.

Mengapa kamu tidak boleh melewatkan sarapan?

Terlalu banyak kafein dari kopi atau teh tanpa makan atau minum air bisa membuatmu merasa gelisah. Hindari makan gula dan karbohidrat olahan untuk sarapan, yang bisa menyebabkan gula darah melonjak dan tingkat energi turun.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sarapan tidak harus berbentuk makanan yang kompleks, pisang dan mentega kacang, yogurt dan buah beri, atau protein shake juga bisa memberimu energi.

Jika kamu terbiasa berolahraga di pagi hari, cobalah makan camilan kaya karbohidrat kompleks sekitar 30 menit sebelum berolahraga. Karbohidrat akan memberi tubuhmu dorongan energi untuk menjalani rutinitas sepanjang hari.

Mengapa kamu harus lebih memahami sinyal kelaparan?

Melewatkan sarapan sesekali saat kamu tidak merasa lapar, tidak apa-apa, tapi jika ini sering terjadi, cobalah periksa lagi kebiasaan makanmu untuk memahami mengapa kamu tidak lapar di pagi hari. Daripada memaksakan diri untuk makan ketika tidak lapar, belajar lagi untuk mengenali kebutuhan tubuh dan isyarat lapar, seperti perut keroncongn, gemetar, sakit kepala, atau tingkat energi yang rendah.

Rasa lapar sebenarnya bisa membuat perut sebagian orang merasa tidak enak, yang akhirnya justru membuat mereka tidak mau makan. Tapi makan sesuatu yang kecil bisa memperlancar pencernaan dan meningkatkan enzim metabolisme dan hormon, untuk membuatmu merasa kenyang.

Kondisi seperti refluks asam, mulas, dan refluks gastroesofagus juga bisa memengaruhi keinginan seseorang untuk makan. Ada juga obat-obatan tertentu, seperti untuk pilek atau mual terkait kehamilan yang bisa menurunkan nafsu makan, terutama di pagi hari. Jika kamu memiliki gejala lain, selain tidak ingin sarapan, ada baiknya bicarakan dengan dokter.

Kebiasaanmu di malam hari juga bisa memengaruhi rasa lapar di pagi hari

Tidak ingin sarapan bisa dikaitkan dengan aspek lain dari kehidupan sehari-hari, termasuk jadwalmu yang sibuk rutinitasmu di malam hari. Menyiapkan sarapan di malam sebelumnya, akan menghemat waktumu di pagi hari.

Selain itu, cobalah untuk makan malam lebih ringan setidaknya dua jam sebelum tidur, untuk meningkatkan kemungkinan kamu terbangun dengan rasa lapar. Tidur cukup di malam hari juga memastikan tubuhmu beristirahat dan membantu mengatur hormon yang menyebabkan keinginan untuk makan makanan yang lebih tinggi lemak dan gula.

Hati-Hati! Lelah Berlebihan dapat Menyebabkan Flu dan Batuk

Tubuh yang sehat dan fit, biasanya diperoleh dengan menjalankan pola hidup yang sehat. Untuk itu kamu perlu mengatur istirahatmu, karena tubuh yang terlalu lelah atau kecapekan bisa meningkatkan berbagai macam masalah kesehatan. Mulai dari gampang mengantuk, nafsu makan menurun hingga menurunnya daya tahan tubuh yang bisa membuat tubuh rentan terserang virus.

Tentu kamu tidak ingin aktivitasmu terganggu karena kesehatanmu sedang tidak baik. Melansir dari laman webmd.com, para ahli menyebutkan jika tubuh yang terlalu lelah akan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Saat daya tahan tubuh menurun, ini bisa meningkatkan risiko terserang bakteri penyebab flu maupun batuk.

Tubuh yang Lelah Bisa Menjadi Penyebab Flu

Tak hanya karena masalah makanan yang kamu konsumsi. Ternyata kondisi tubuh dapat menjadi salah satu penyebab flu dan batuk.

“Gejala flu dan batuk bisa terjadi karena tubuh terlalu lelah. Aktivitas yang terlalu padat, fisik yang bekerja lebih keras bisa menurunkan daya tahan tubuh. Dan saat daya tahan tubuh turun, ini bisa menyebabkan bakteri maupun virus penyebab flu serta batuk rentan menyerang,” ungkap William Blahd, MD, seorang ahli kesehatan dari New York.

Selain disebabkan oleh kelelahan, flu dan batuk juga rentan terjadi ketika kamu memiliki lingkungan yang tidak sehat, berpolusi, berdebu dan sejenisnya. Berada di dekat orang yang sedang menderita flu maupun batuk juga meningkatkan risiko ini.

Menjaga Tubuh Tetap Fit dengan Pola Hidup Sehat

Demi menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit, pastikan untuk memiliki pola hidup sehat. Perbanyak konsumsi buah dan sayur, olahraga cukup, dan istirahat cukup.  Pastikan juga untuk memiliki asupan air putih cukup setiap harinya.

Pastikan kamu memiliki waktu untuk istirahat yang cukup. Hindari melakukan kegiatan yang berat jika dirasa tubuhmu mulai kurang fit. Semoga informasi ini bermanfaat dan kita semua senantiasa menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga.