7 Tanda Dia adalah Jodoh Terbaik yang Tidak akan Menyakitimu

Percaya atau tidak, tidak semua orang bisa menemukan pasangan yang baik untuk dirinya, itu juga alasan mengapa ada banyak perselisihan yang tak terselesaikan dalam hubungan cinta atau pernikahan. Tidak ada yang lebih baik selain bisa menemukan pria sebagai jodoh terbaik yang tidak akan menyakiti hatimu. Kamu pun bisa melihat tandanya. Ini sekian tanda dirimu sudah bersama pria yang tepat, yang jadi jodoh terbaik dan tak akan menyakitimu.

1. Mengingatkanmu betapa ia mencintaimu

Kapan pun kamu ragu seberapa besar cintanya padamu, ia selalu bisa meyakinkanmu. Entah itu dengan kejutan manis saat ulang tahun, kecupan di kening dan pipi saat berangkat kerja atau kalimat “Aku sayang kamu” di saat kamu merasa tak berharga dan berdaya bahkan jika ia bukan tipe yang ekspresif dan suka mengatakan kalimat itu. Ia memastikan kamu tidak sendirian, karena kamu selalu punya dirinya di sisimu.

2. Berada di pihakmu dan mendukungmu

Ia mendukung impianmu, keinginanmu dan hal-hal yang membuatmu bahagia. Ia tidak mencoba membatasimu. Entah sekolah lagi setelah punya anak, tetap bekerja selagi mengurus keluarga atau sepenuhnya jadi ibu rumah tangga, ia mendukung kepututusanmu selama apa yang kamu lakukan adalah hal yang positif dan bisa kamu tangani dengan baik, karena kamu adalah mitra hidup yang perlu ia hargai.

3. Berusaha mendapatkan kepercayaanmu

Jika mengalami krisis kepercayaan karena trauma masa lalu atau alasan lainnya, kamu menemukan fakta bahwa ia tidak memaksamu untuk langsung mempercayainya. Ia selalu berusaha mendapatkan kepercayaanmu. Ia menjaga perasaanmu, menjaga pergaulannya, dengan sendirinya mengabarkan di mana dirinya, bersama siapa dan apa saja yang ia lakukan. Atau bahkan berusaha ingin terlibat dalam setiap hal yang kamu lakukan.

4. Selalu membuatmu merasa cantik

Pria yang baik dan tepat untukmu adalah yang mampu membuatmu merasa selalu cantik, tak peduli sebanyak apa kekurangan fisik yang selalu kamu keluhkan. Ia menilaimu lebih dari tampilan fisikmu, dan kamu merasa bersyukur menemukan pria yang mampu membuatmu bisa menghargai dirimu sendiri dengan lebih baik. Pria yang baik selalu bisa membuatmu merasa nyaman dengan tubuhmu sendiri.

5. Membuatmu merasa aman dan nyaman

Dia seseorang yang mampu membuatmu menjadi dirimu sendiri. Kamu menemukan ‘rumah’ ketika berada bersamanya. Kenyamanan dan keamanan itulah yang tidak kamu rasakan pada orang lain selama ini. Semua itu bisa terbentuk karena kamu sudah terbiasa bersamanya, atau sudah mengenalnya lama sehingga tidak ada hal yang perlu dibuat jaim atau disembunyikan karena kamu tahu ia menerimamu sepenuh hatinya.

6. Melakukan hal-hal kecil yang kamu butuhkan

Seringkali yang kamu butuhkan adalah pasangan yang peka. Ia menghargai kemandirian dan kekuatanmu, tapi tak melupakan bahwa kamu juga butuh suporter. Hal itu bisa dilihat dari sikapnya yang perhatian terhadap hal-hal kecil dan tampak sepele yang sebenarnya sangat kamu hargai, misalnya kamu ada tugas ke luar kota, ia membantumu menyiapkan koper, menata barang dan memastikan tidak ada yang kamu lewatkan.

7. Tidak pernah keluar batas

Ia menghormati dan menghargaimu sebagai individu, selain sebagai pasangan. Ketika kalian bertengkar atau menghadapi situasi penuh argumen, ia tahu batasan seberaa besar harus marah. Tidak ada alasan untuk memperburuk keadaan, tidak pernah ada kata-kata menghina, kasar atau bahkan main tangan. Ia marah tapi sepenuhnya sadar kamu adalah orang yang ia sayang.

Jadi jika kamu menemukan sekian tanda di atas, berarti kamu sudah bersama pria yang tepat, bersama pria yang jodoh terbaik dan tidak akan menyakitimu.

Menikah dan Belum Dikaruniai Anak, Apakah Keluargaku Tak Sempurna?

Di bulan Juni ini, ingin mengajakmu untuk berbagi cerita tentang keluarga. Untuk kamu yang seorang ibu, anak, mertua, menantu, kakak, atau adik. Ceritakan apa yang selama ini ingin kamu sampaikan kepada keluarga. Meskipun cerita tak akan mengubah apa pun, tapi dengan bercerita kamu telah membagi bebanmu seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela dalam Lomba My Family Story: Berbagi Cerita tentang Sisi Lain Keluarga berikut ini.

Aku salah satu yang percaya sama kalimat, “Harta yang paling berharga adalah keluarga”. Aku tumbuh di keluarga sederhana yang menyenangkan. Bahkan beruntungnya lagi hingga aku menemukan seseorang untuk jalani hidup bersama, keadaannya tidak jauh berbeda.

Aku menjalani hidup yang bisa dibilang baik-baik saja. Tidak ada sedikit pun penyesalan atas nama keluarga di hidupku, sampai pada satu titik dimana aku akhirnya mempertanyakan itu.

Pernikahanku menginjak tahun kedua, dan aku nggak seperti banyak orang di sekitarku. Tuhan belum mempercayakan salah satu malaikatnya untuk ada di hidupku sebagai anak.

Sejujurnya keluargaku tidak begitu mempermasalahkan (paling nggak di depanku), tapi aku rasa kalian paham bahwa dunia ini akan selalu punya orang yang komentarnya tidak cuma menyebalkan tapi bisa menyakitkan. Ditanya “kapan” bukan lagi hal yang asing, malah cenderung bosan. Aku jadi membayangkan, keluarga seperti apa ya yang aku ciptakan?

Tetap Berproses Jadi Lebih Baik

Aku nggak tahu mana yang lebih sakit, antara menghadapi semua drama menjadi ibu atau nggak perlu merasakannya. Aku juganggak tau mana yang lebih baik, antara punya alasan terbaik (versi banyak orang) untuk bertahan atau mengandalkan kewarasan sendiri seadanya. Tapi aku tahu kok, aku mau menjalani itu semua andai Tuhan berbaik hati mengiyakan. Aku mau meneruskan keluarga bahagia ini, membuat anakku merasakan apa yang aku rasakan (bahkan lebih baik). 

Untuk pria yang kusebut suami, mari berdampingan lagi. Aku tahu soal yang ini nggak akan pernah jadi mudah pembawaannya, seberapapun bahagianya kita.

Terima kasih sudah jadi orangnya, ternyata memang harus sama kamu lewatin semuanya. Semoga kita tetap berproses untuk jadi lebih baik setiap harinya. Semoga yang membaca ini juga berkenan, berdoa untuk keluarga ini yang untukku (hampir) sempurna.

5 Tanda Hubungan Asmara yang Kamu Jalani akan Berakhir

Menjalin hubungan asmara bisa dibilang gampang-gampang susah. Ketika kita bisa menjaga hubungan dengan sikap kita, hubungan yang ada pun diprediksi bakal langgeng. Namun, ketika kita memilih sikap yang salah dalam menjaga hubungan, hubungan yang ada bisa saja dengan mudah putus di tengah jalan. 

Melansir dari laman yourtango.com, tidak sulit untuk mendeteksi bahwa hubungan yang kamu jalani akan langgeng atau justru berakhir. Ada beberapa tanda yang bisa kita lihat dari hubungan kita bahkan dari diri kita sendiri mengenai kelanjutan hubungan kita bersama pasangan. Dan berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa hubungan asmara yang kamu jalani akan berakhir.

Tidak Ada Prioritas

Ketika dalam hubungan asmara tidak ada prioritas di dalamnya, ini menunjukkan hubungan sudah tidak sehat. Prioritas bisa dari dirimu sendiri atau dari pasangan. Ketika kamu tidak memprioritaskan pasangan atau sebaliknya atau bahkan dua-duanya, sulit bagi hubungan yang dijalani untuk lanjut ke arah yang lebih serius dan langgeng.

Hilangnya Rasa Menghargai

Tanda selanjutnya adalah hilangnya rasa menghargai satu sama lain. Tak hanya rasa menghargai yang hilang, perasaan saling mengerti dan memahami juga telah hilang di hubungan yang nyaris berakhir. Hubungan asmara tak akan berakhir bahagia dan langgeng ketika dua orang yang menjalaninya tidak lagi mengenal sikap menghargai di dalamnya.

Terlalu Mengekang

Pasangan yang terlalu mengekang akan membuat hubugan yang ada tidak nyaman. Sikap mengekang dalam hubungan ini seringkali membuat dua orang di dalamnya mudah curiga, cemburu berlebihan bahkan tidak percaya. Jika sudah demikian, tidak ada jaminan bahwa hubungan bisa langgeng dan berjalan mulus ke depannya.

Hilangnya Kehangatan

Hubungan bahagia dan sehat adalah hubungan yang membuat perasaan terasa bahagia, nyaman, terlindungi dan hangat. Namun, jika kehangatan dalam hubungan ini sudah hilang. Pasangan terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, dengan gadget atau hobinya, ini bisa mendinginkan hubungan yang akhirnya membuat hubungan rentan putus.

Pertengkaran Sering Terjadi

Tanda hubungan akan berakhir selanjutnya adalah kamu dan pasangan sangat sering bertengkar. Pertengkaran ini bahkan seringkali disebabkan oleh hal-hal yang sangat sepele. Pertengkaran yang terjadi juga diserbai dengan makian, amarah menggebu-gebu bahkan membandingkan pasangan dengan orang lain. 

Itulah beberapa tanda hubungan yang kamu jalani akan segera berakhir. Ketika merasakan hal ini, coba introspeksi diri lagi. Coba mengomunikasikan lagi hal ini dengan pasangan. Semoga informasi bermanfaat.

7 Tips Menjaga Komitmen dengan Pasangan dalam Hubungan

Komitmen tidak lain adalah keyakinan orang untuk tetap bersama. Itu adalah bagian dari hubungan yang memberikan keamanan dan keselamatan, sehingga pasangan dapat secara terbuka mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan mereka. Komitmen diperlukan dalam semua jenis hubungan. Tapi, secara umum, hubungan romantis membutuhkan komitmen lebih dari persahabatan.

Ketika kamu memulai suatu hubungan, kamu mungkin merasa sulit untuk berkomitmen sejak awal. Meski sedang jatuh cinta, butuh waktu untuk membangun kepercayaan dan memperkuat ikatan. Tetapi, jika kamu menantikan hubungan yang memuaskan dan langgeng, komitmen adalah unsur penting untuk menjaga romansa tetap hidup. Komitmen diperlukan setiap pasangan untuk memiliki rasa aman.

Merasa aman dalam suatu hubungan menumbuhkan cinta, iman, dan kesetiaan. Ini memberi keberanian bagi kedua pasangan untuk bermimpi dan merencanakan berbagai hal bersama untuk masa mendatang. Komitmen tidak berarti membunuh kebebasanmu atau kehilangan individualitasmu. Lalu bagaimana kamu dan pasangan dapat menjaga komitmen dalam suatu hubungan? Penasaran? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Buat Pernyataan Komitmen

Jika kamu bertanya-tanya bagaimana cara tetap berkomitmen dalam suatu hubungan, dan kamu tidak tahu harus mulai dari mana, membuat pernyataan komitmen dapat membantumu memulainya. Pernyataan komitmen menguraikan maksud dan tujuan pernikahan. Ini juga dapat mencakup aturan dan batasan yang memperkuat pernikahan dan membuat pasangan merasa aman.

2. Saling Menyapa Setiap Hari

Berpelukan dan berciuman terasa menyenangkan. Tapi, kamu juga harus membiasakan untuk saling menyapa setiap hari. Saling menyapa ketika kamu dan pasangan bangun atau ketika kamu melihat pasanganmu setelah bekerja atau sebelum tertidur adalah cara yang halus namun efektif untuk memperkuat komitmen dalam hubunganmu.

3. Bicara Tentang Impian dan Keinginan

Bicarakan tentang impian dan aspirasimu secara teratur dengan pasangan. Ini akan membantumu untuk tetap berada di halaman yang sama dengan pasanganmu.

Topik-topik ini berorientasi pada masa depan. Ketika kamu berbicara tentang impian dan tujuan dengan pasangan, mereka tahu bahwa kamu mengandalkannya di masa mendatang. Ini membantu dalam meningkatkan kepercayaan dan ketergantungan dalam suatu hubungan.

4. Habiskan Banyak Waktu Berkualitas Bersama

Habiskan waktu berkualitas dengan pasangan secara teratur. Kamu dapat menonton film yang menyenangkan bersama, memasak bersama, berkencan di malam hari, atau hanya berjalan-jalan sore bersama.

Lakukan apa pun yang membuatmu merasa dicintai dan terhubung satu sama lain. Meluangkan waktu untuk satu sama lain, hanya untuk berkencan, dapat memperkuat ikatan dan memperkuat dedikasi pasangan terhadap pernikahan.

5. Berlatih Komunikasi yang Jujur

Karena kamu sedang memikirkan cara untuk tetap berkomitmen dalam suatu hubungan, penting untuk menyadari bahwa komunikasi adalah kunci untuk hubungan yang stabil dan langgeng. Ketika kamu mempraktikkan komunikasi yang sehat dengan pasangan, kamu membangun kepercayaan dalam hubunganmu. Dan, loyalitas sangat penting untuk menjaga komitmen dalam suatu hubungan.

6. Hargai Pasanganmu

Penting bagi kedua pasangan untuk merasa diakui dan dihargai dalam suatu hubungan. Komitmen tidak mungkin dilakukan jika seseorang merasa tidak diinginkan, tidak diinginkan, atau tidak dihargai. Jika kamu menghargai pasangan, mereka akan tahu bahwa kamu mengaguminya. Ini akan membantu meningkatkan harga diri mereka dan keinginan mereka untuk tetap berkomitmen dalam suatu hubungan.

7. Jangan Saling Menyalahkan

Salah satu hal terpenting untuk diingat adalah jangan pernah terlibat dalam permainan menyalahkan, bahkan ketika kamu sangat marah dengan pasangan. Jika kamu merasa bahwa situasinya memanas, lebih baik mengambil jeda dan berbicara nanti ketika kalian berdua dalam suasana hati yang reseptif. Saat itulah kamu dan pasangan dapat mendiskusikan apa yang salah untuk menghindari masalah di masa depan.

Well, tampaknya menjaga komitmen lebih sulit, tapi itu perlu kamu lakukan. Lakukanlah hal-hal sederhana untuk menjaga komitmen itu tetap utuh dan membuat hubungan semakin harmonis dan langgeng.

Kecanduan Gawai Berisiko Merusak Hubungan Asmara? Cek Faktanya

Di era yang serba modern seperti sekarang ini, gawai atau gadget menjadi kebutuhan pokok setiap orang. Banyak orang yang mengaku bahwa ia tak jenak beraktivitas tanpa gadget di tangannya. 

Banyak orang yang hidupnya akan terasa hampa jika ia tak memegang gadget walau hanya sehari saja. Saking tak bisanya lepas dari gadget, beberapa orang bahkan cenderung kecanduan gadget dalam kehidupannya sehari-hari.

Pada dasarnya gadget memang hal yang penting buat setiap orang. Namun, ketika orang tersebut telah kecanduan gadget, ini bisa berakibat fatal pada hidupnya. Ini bahkan bisa meningkatkan risiko rusak atau putusnya hubungan asmara yang dijalani bersama pasangan.

Bagaimana Gadget Merusak Hubungan?

Melansir dari laman liputan6.com, penelitian yang dilakukan para ahli di University of Arizona menemukan jika orang yang kecanduan gadget bisa merusak hubungannya bersama pasangan. Saat seseorang terlalu fokus pada gadget, ini meningkatkan risiko ia melupakan hal-hal di sekitarnya termasuk pasangan. 

Ketika seseorang berdua dengan pasangan semetara ia hanya fokus pada gadget di hadapannya, suasana yang ada bisa sangat canggung. Ini juga membuat pasangannya merasa sangat sebal, merasa tidak dipedulikan dan tidak diperhatikan. Jika sudah muncul perasaan seperti ini, kenyamanan dalam hubungan tentu akan berkurang. Hubungan yang ada memiliki risiko putus yang lebih besar ke depannya.

Dampak Buruk Kecanduan Gadget Selain Merusak Hubungan

Selain bisa merusak hubungan asmara, kecanduan gadget atau bermain gadget secara berlebihan juga memiliki beberapa dampak buruk lainnya. Dampak buruk tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Mengalami masalah penglihatan karena menatap cahaya gadget yang terlalu lama. 
  • Pola tidur terganggu.
  • Pikiran tidak fokus dan hanya tertuju pada gadget atau media sosial yang diikuti setiap harinya. 
  • Sakit kepala yang berlebihan. 
  • Penggunaan gadget secara berlebih bisa meningkatkan risiko postur tubuh yang tidak ideal.
  • Risiko cidera otot dan ligamen yang lebih besar. 
  • Penggunaan gadget secara berlebihan juga di jalan meningkatkan risiko kecelakaan. 
  • Penggunaan gadget yang berlebihan memungkinkan kamu kekurangan gerak tubuh dan ini bisa meningkatkan risiko obesitas. 

Itulah beberapa dampak buruk dari kecanduan gadget. Meski gadget sangat penting, pastikan untuk menggunakan gadget seperlunya saja. Hindari terlalu fokus pada gadget jika ingin hubungan asmara yang dijalani bersama pasangan bahagia, penuh cinta dan canda tawa. Semoga informasi ini bermanfaat.