3 Cara ini akan Membantumu Meredakan Flu yang Mengganggu

Rasanya aktivitas terhenti saat terkena flu. Rasa tidak nyaman pun membuatmu malas melakukan apapun. Mulai dari badan terasa nyeri, sakit kepala, hingga hidup tersumbat. Rasanya semakin stres, apalagi saat kamu dituntut harus menyelesaikan banyak pekerjaan.

Sebaiknya saat flu memang berkonsultasi secara langsung pada dokter. Tentu agar kamu segera mendapat penanganan yang tepat. Kamu pasti menginginkan flu yang kamu derita segera pergi, kan?

Minum obat memang salah satu cara untuk mengurangi gejala flu. Tapi tahukah kamu, jika ada beberapa cara untuk mengatasi flu tanpa minum obat. Apa saja? Yuk, cek 3 cara mengatasi flu tanpa minum obat di bawah ini.

Selalu Penuhi Kebutuhan Cairan Setiap Hari

Saat sedang sakit, biasanya kita tidak selera makan dan minum. Tapi tubuh tetap butuh cairan yang cukup agar bisa berfungsi normal. Dilansir dari thehealthsite.com, tercukupinya kebutuhan cairan tubuh bisa membantu proses mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi karena diare atau muntah. Tak hanya itu saja, tercukupinya cairan dalam tubuh juga bisa mencegah konstipasi dan mencegah tubuh kehilangan elektrolit. Apalagi kalau kamu demam, kebutuhan cairan tubuh wajib dipenuhi agar cepat sembuh.

Istirahat yang Cukup

Jangan memaksakan diri untuk bekerja atau beraktivitas kalau tubuh sudah sakit. Berikan waktu lebih banyak untuk tubuh beristirahat agar sistem imun tubuh bisa bekerja maksimal mengatasi virus penyebab pilek dan batuk. Setidaknya penuhi kebutuhan tidur 7-8 jam per harinya agar cepat pulih.

Penuhi Kebutuhan Vitamin

Vitamin C, D, dan zinc sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan tubuh. Vitamin C memiliki efek anti virus yang kuat, vitamin D bisa mempercepat proses kesembuhan, dan mencegah penyakit kambuh lagi. Sementara zinc bisa berfungsi untuk mencegah virus flu berkembang. Asupan vitamin ini bisa didapat dari suplemen, minyak hati ikan kod, dan lain sebagainya.

Nah, Sahabat Fimela demikian 3 cara untuk mengatasi flu tanpa minum obat yang bisa kamu coba. Istirahat yang cukup dan makan yang bergizi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Ini Alasan Mengapa Kamu tidak Boleh Melewatkan Sarapan

Kamu mungkin juga sering mendengar bahwa sarapan adalah waktu paling penting dalam sehari, yang seharusnya tidak boleh dilewatkan. Bahkan para ahli gizi sepakat bahwa sarapan tidak boleh dilewatkan, walaupun kamu tidak merasa lapar.

Sarapan membantu agar kamu tidak merasa terlalu lapar di sepajang hari, membuatmu lebih berhati-hati dalam membuat pilihan di waktu makan lainnya. Sayangnya, lebih dari 25% orang tidak sarapan secara teratur dan hampir 70% mengatakan mereka sulit bangun sebelum jam 8 pagi untuk membuat sarapan.

Mengapa kamu harus mencoba makan sesuatu di pagi hari?

Yang terbaik adalah makan sesuatu dalam waktu dua jam setelah bangun tidur. Penelitian menunjukkan makan dalam jangka waktu ini akan memberikan energi, mendukung metabolisme, menjaga gula darah tetap terkendali, mempertahankan berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan jantung, dan meningkatkan fungsi kognitif, serta kesehatan mental.

Sebagian besar manfaat di atas bergantung pada pemilihan makanan yang tepat. Ini berarti protein, seperti daging dan telur tanpa lemak, lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, karbohidrat kompleks, seperti buah beri dan buah berserat tinggi lainnya, dan biji-bijian tanpa tambahan gula.

Makanan-makanan tersebut akan bekerja sama untuk membantu mengisi bahan bakar, mempertahankan energi sepanjang hari, dan mengurangi rasa lapar, serta ngidam. Minum segelas air pertama di pagi hari, sebelum sarapan juga akan menghidrasi tubuh dan mencegahmu makan berlebihan.

Mengapa kamu tidak boleh melewatkan sarapan?

Terlalu banyak kafein dari kopi atau teh tanpa makan atau minum air bisa membuatmu merasa gelisah. Hindari makan gula dan karbohidrat olahan untuk sarapan, yang bisa menyebabkan gula darah melonjak dan tingkat energi turun.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sarapan tidak harus berbentuk makanan yang kompleks, pisang dan mentega kacang, yogurt dan buah beri, atau protein shake juga bisa memberimu energi.

Jika kamu terbiasa berolahraga di pagi hari, cobalah makan camilan kaya karbohidrat kompleks sekitar 30 menit sebelum berolahraga. Karbohidrat akan memberi tubuhmu dorongan energi untuk menjalani rutinitas sepanjang hari.

Mengapa kamu harus lebih memahami sinyal kelaparan?

Melewatkan sarapan sesekali saat kamu tidak merasa lapar, tidak apa-apa, tapi jika ini sering terjadi, cobalah periksa lagi kebiasaan makanmu untuk memahami mengapa kamu tidak lapar di pagi hari. Daripada memaksakan diri untuk makan ketika tidak lapar, belajar lagi untuk mengenali kebutuhan tubuh dan isyarat lapar, seperti perut keroncongn, gemetar, sakit kepala, atau tingkat energi yang rendah.

Rasa lapar sebenarnya bisa membuat perut sebagian orang merasa tidak enak, yang akhirnya justru membuat mereka tidak mau makan. Tapi makan sesuatu yang kecil bisa memperlancar pencernaan dan meningkatkan enzim metabolisme dan hormon, untuk membuatmu merasa kenyang.

Kondisi seperti refluks asam, mulas, dan refluks gastroesofagus juga bisa memengaruhi keinginan seseorang untuk makan. Ada juga obat-obatan tertentu, seperti untuk pilek atau mual terkait kehamilan yang bisa menurunkan nafsu makan, terutama di pagi hari. Jika kamu memiliki gejala lain, selain tidak ingin sarapan, ada baiknya bicarakan dengan dokter.

Kebiasaanmu di malam hari juga bisa memengaruhi rasa lapar di pagi hari

Tidak ingin sarapan bisa dikaitkan dengan aspek lain dari kehidupan sehari-hari, termasuk jadwalmu yang sibuk rutinitasmu di malam hari. Menyiapkan sarapan di malam sebelumnya, akan menghemat waktumu di pagi hari.

Selain itu, cobalah untuk makan malam lebih ringan setidaknya dua jam sebelum tidur, untuk meningkatkan kemungkinan kamu terbangun dengan rasa lapar. Tidur cukup di malam hari juga memastikan tubuhmu beristirahat dan membantu mengatur hormon yang menyebabkan keinginan untuk makan makanan yang lebih tinggi lemak dan gula.

8 Gejala Migrain yang Paling Mengejutkan dan Patut Diwaspadai

Banyak orang, termasuk mungkin juga kamu pernah mengalami migrain dan tidak mengetahui kemungkinannya karena gejalanya tidak selalu jelas. Beberapa gejala migrain jelas, seperti perubahan penglihatan, kepekaan terhadap cahaya, dan tentu saja, sakit kepala.

Yang berbahaya sebenarnya adalah selama migrain, bahkan sebelum rasa sakitnya muncul, bagian otak kehilangan fungsinya, yang bisa memengaruhi area lain dari tubuh. Ini adalah bagaimana gejala migrain bisa tampak tidak berhubungan.

Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah gejala migrain yang paling mengejutkan dan patut diwaspadai. Penasaran apa saja?

1. Kebingungan, kabut otak, atau kesulitan bicara

Jika kamu pernah tidak bisa menemukan kata yang tepat, tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk mengekspresikan diri, atau benar-benar lupa apa yang dibicarakan di tengah kalimat, ini bisa menjadi gejala migrain yang menakutkan. Kesulitan bicara, kehilangan ingatan, kebingungan adalah beberapa gejala migrain yang paling mengejutkan.

Migrain bisa menyebabkan disfungsi di pusat bahasa otak, yang mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk mengekspresikan diri. Di korteks, tempat bahasa dan kosa kata disimpan, bagian otak ini dimatikan selama fase migrain.

2. Pusing atau merasa disorientasi

Banyak pasien dengan vertigo cenderung mengalami migrain juga. Secara khusus, mereka mungkin memiliki apa yang disebut “migrain vestibular.”

Migrain vestibular tidak selalu termasuk sakit kepala yang menyakitkan, artinya pusing itu sendiri bisa menjadi gejala atau bisa dikaitkan dengan serangan migrain biasa. Jika kamu memiliki riwayat migrain dan kadang-kadang mengalami pusing, bahkan jika beberapa dari serangan pusing tersebut tidak melibatkan nyeri migrain, ini bisa jadi serangan migrain, terutama jika tidak ada penyakit lain yang bisa menjelaskan pusing yang kamu rasakan.

3. Kelelahan

Baik sebelum, selama, dan di antara serangan migrain, kelelahan kronis adalah gejala migrain kronis. Kelelahan bisa fisik, mental, atau keduanya.

Kamu bisa mengalami perlambatan kognitif, pemikiran lambat, serta kelesuan. Jika otak berjalan lambat dan kamu berusaha untuk menjadi produktif, kamu akan lebih cepat lelah, ini semua berasal dari korteks di otak.

4. Mati rasa atau sensitivitas

Allodynia adalah gejala di mana sentuhan biasa bisa mulai terasa menjengkelkan atau menyakitkan. Rasa sakit ini bisa jadi karena hipersensitivitas saraf.

5. Kecemasan dan depresi

Kecemasan dan Depresi sangat umum terjadi sebagai gejala migrain dan terkait secara genetik, kondisi ini diturunkan dalam keluarga. Pada periode di antara serangan, banyak orang dengan migrain cenderung mengalami banyak kecemasan.

6. Gangguan pencernaan dan mual

Mual, muntah, dan diare bisa dikaitkan dengan migrain, baik sebagai gejala itu sendiri, maupun dalam bentuk kondisi komorbiditas. Pada serangan migrain, yang ditunjukkan adalah pengosongan lambung yang tertunda, dikenal sebagai stasis lambung, ini bisa menyebabkan perasaan mual dan masalah perut.

7. Mengidam cokelat

Sebelum rasa sakit muncul, ada fase pertama serangan migrain yang disebut fase peringatan. Ini biasanya terdiri dari kelelahan, ketindaknyamanan leher, menguap, haus, dan mengidam makanan, termasuk mengidam cokelat.

8. Hidung tersumbat

Banyak serangan migrain dimulai dengan hidung tersumbat. Stimulasi jalur nyeri di saraf trigeminal yang merupakan bagian dari sistem saraf menciptakan sumbatan. Sayangnya, banyak orang akan sering menjadi tergantung pada dekongestan dalam upaya untuk meringankan gejala ini.

3 Olahraga Terbaik untuk Ibu Hamil Agar Makin Sehat dan Bugar

Olahraga menjadi aktivitas yang penting dilakukan setiap orang tak terkecuali ibu hamil. Ya, ibu hamil sangat perlu melakukan olahraga agar tubuh makin sehat dan bugar. 

Selain membuat tubuh makin sehat dan bugar, olahraga selama kehamilan juga bermanfaat mempermudah persalinan nantinya. Tubuh yang sehat dan bugar, akan membuat momen persalinan semakin lancar dan mudah.

Melansir dari laman netmums.com, sedikitnya ada tiga jenis olahraga yang direkomendasikan atau olahraga terbaik untuk ibu hamil. Para ahli percaya bahwa olahraga ini baik dilakukan ibu hamil di semua trimester baik itu trimester pertama, kedua atau pun ketiga. Apa saja olahraga terbaik untuk ibu hamil? Simak yang berikut ini.

Berjalan Kaki

Olahraga terbaik yang pertama ada berjalan kaki. Lakukan jalan kaki di setiap pagi hari menjelang terbitnya matahari untuk dapatkan manfaat yang lebih maksimal. Berjalan kaki menjadi olahraga ringan yang sangat direkomendasikan untuk ibu hamil terutama pada trimester kedua dan ketiga. 

Jalan kaki bermanfaat membuat tubuh makin bertenaga, bentuk badan tetap ideal, mencegah risiko diabetes dan tekanan darah tinggi selama kehamilan, menurunkan risiko stres, menurunkan risiko preeklampsia dan menurunkan risiko gangguan kesehatan Mom maupun janin selama kehamilan.

Yoga

Olahraga untuk ibu hamil selanjutnya adalah yoga. Yoga merupakan olahraga yang tak hanya menyehatkan fisik tetapi juga menyehatkan psikis. Yoga bisa membantu Mom merasa lebih nyaman dan bahagia selama menjalanin kehamilan. Beberapa gerakan ringan yoga juga bermanfaat memperkuat otot-otot di tubuh Mom.

Berenang

Olahraga ketiga yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah berenang. Olahraga ini membantu Mom memiliki tubuh yang lebih bugar. Ini juga bermanfaat meredakan stres atau pun Depresi selama kehamilan. Berenang bahkan bermanfaat melancarkan sirkulasi darah, memperkuat otot rahim dan panggul, melayih organ tubuh untuk bekerja lebih aktif serta mengurangi retensi cairan. 

Itulah beberapa olahraga terbaik yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Hamil bukan alasan untuk malas olahraga ya Mom. Di momen kehamilan, Mom tetap harus memiliki gerak tubuh aktif. Tapi ingat, tetap hati-hati saat olahraga atau melakukan aktivitas apapun. Pastikan memiliki waktu istirahat dan konsumsi air putih cukup setiap harinya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Hati-Hati! Lelah Berlebihan dapat Menyebabkan Flu dan Batuk

Tubuh yang sehat dan fit, biasanya diperoleh dengan menjalankan pola hidup yang sehat. Untuk itu kamu perlu mengatur istirahatmu, karena tubuh yang terlalu lelah atau kecapekan bisa meningkatkan berbagai macam masalah kesehatan. Mulai dari gampang mengantuk, nafsu makan menurun hingga menurunnya daya tahan tubuh yang bisa membuat tubuh rentan terserang virus.

Tentu kamu tidak ingin aktivitasmu terganggu karena kesehatanmu sedang tidak baik. Melansir dari laman webmd.com, para ahli menyebutkan jika tubuh yang terlalu lelah akan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Saat daya tahan tubuh menurun, ini bisa meningkatkan risiko terserang bakteri penyebab flu maupun batuk.

Tubuh yang Lelah Bisa Menjadi Penyebab Flu

Tak hanya karena masalah makanan yang kamu konsumsi. Ternyata kondisi tubuh dapat menjadi salah satu penyebab flu dan batuk.

“Gejala flu dan batuk bisa terjadi karena tubuh terlalu lelah. Aktivitas yang terlalu padat, fisik yang bekerja lebih keras bisa menurunkan daya tahan tubuh. Dan saat daya tahan tubuh turun, ini bisa menyebabkan bakteri maupun virus penyebab flu serta batuk rentan menyerang,” ungkap William Blahd, MD, seorang ahli kesehatan dari New York.

Selain disebabkan oleh kelelahan, flu dan batuk juga rentan terjadi ketika kamu memiliki lingkungan yang tidak sehat, berpolusi, berdebu dan sejenisnya. Berada di dekat orang yang sedang menderita flu maupun batuk juga meningkatkan risiko ini.

Menjaga Tubuh Tetap Fit dengan Pola Hidup Sehat

Demi menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit, pastikan untuk memiliki pola hidup sehat. Perbanyak konsumsi buah dan sayur, olahraga cukup, dan istirahat cukup.  Pastikan juga untuk memiliki asupan air putih cukup setiap harinya.

Pastikan kamu memiliki waktu untuk istirahat yang cukup. Hindari melakukan kegiatan yang berat jika dirasa tubuhmu mulai kurang fit. Semoga informasi ini bermanfaat dan kita semua senantiasa menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga.